GSI Gelar Rakernas 2018 Menyongsong Indonesia Bangkit Selamatkan Indonesia

Journaljakarta.com, Jakarta — Gerakan Selamatkan Indonesia ( GSI) menggelar Rapat Kerja Nasional ( Rakernas) 2018  dengan Thema ” Kembalikan Nilai-nilai Nilai Pancasila Ke Dalam Undang-Undang Dasar”

Rapat Kerja Nasional Gerakan Selamatkan Indonesia (GSI) yang berlangsung sejak 11 Agustus 2018 akan berakhir pada 12 Agustus 2018 dengan merunuskan beberapa *rekomendasi penting* bertempat di ruang Anggrek Hotel Alia Cikini depan TIM* Jakarta, (12/8)

Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS), Marwan Batubara menegaskan bahwa terkait pengelolaan sumber daya alam, pasal 33 Undang-undang Dasar 1945 harus ditegakkan Menurutnya ada 17 pasal yang bertentangan dengan pasal 33 UUD 1945 dan sudah tidak sejalan atau tidak sesuai dengan amanat konstitusi.Hotel Alia Cikini Jl.Raya No.12. Sabtu 11/8/2028.Jakarta Pusat.

“Kita harus menyuarakan supaya pemerintah dan DPR segera menyelesaikan RUU Migas ini karena faktanya memang bertentangan dengan konstitusi. Sama halnya dengan Undang-Undang Minerba, kedua undang-undang ini sudah menjadi undang-undang prioritas,” ujar Marwan dalam diskusi menyongsong Indonesia Bangkit, (11/8/2018).

Dalam kesempatan yang sama, Samuel Lengkey menilai, adanya perubahan amandemen konstitusi sebagai akibat adanya perubahan UUD 45 berdampak pada lembaga negara yang menyelenggarakan fungsi penyelenggaraan negara.

“Mereka mengubah sistem ketatanegaraan ini, dengan begitu negara lain mudah untuk menghancurkan kita. Untuk menguasai Indonesia cukup dirubah konstitusinya, tidak perlu pengerahan persenjataan berat. Oleh karena itu, mari kita kembali ke UUD 1945,” ajaknya.

Sementara itu, dari sisi tenaga kerja, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal menjelaskan perlu adanya penyelamatan tenaga kerja lokal sebagaimana dilakukan oleh beberapa negara yang melindungi tenaga kerja lokalnya dari serbuan tenaga kerja asing.(11/8)

Said mengaku heran ketika pertumbuhan ekonomi yang disebut meningkat, faktanya masih banyak orang miskin dan terjadinya ketimpangan sosial serta PHK dimana-mana sementara buruh asing menyerbu Indonesia. Oleh karena itu, Ia sepakat jika kembalinya konstitusi nasional.

Adapun rekomendasi Rapat Kerja Nasional Gerakan Nasional Indonesia adalah sebagai berikut :

1, Gerakan Selamatkan Indonesia (GSI) di 34 Provinsi untuk menegaskan dan mengajak masyarakat akan pentingnya kembali ke Pancasiia dan UUD 1945 asli

2. Gerakan Seiamatkan Indonesia (GSI) di 34 Provinsi, meiakukan konsolidasi daiam bentuk Road show bersama Presidium tingkat Nasionai dengan tokoh masyarakat di daerah masing-masing dalam rangka persiapan Kongres dan Sidang Rakyat dengan #Selamatkanlndonesia

3. Gerakan Seiamatkan Indonesia (GSI) di 34 provinsi Mendesak Komisi Pemiiihan Umum (KPU) untuk membersihkan puluhan juta data invaiid daiam Daftar PemiIih Sementara (DPS) atau Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pemiiu 2019.

4. Gerakan Selamatkan Indonesia (GSI) di 34 Provinsi Mendesak Penyelenggara Pemiiu untuk melaksanakan pemiiu 2019, bersih dari poiitik uang.

5. Gerakan Selamatkan Indonesia (GSI) di 34 Provinsi mendesak pemerintah untuk segera mengangkat 164 korban jiwa KM Sinar Bangun yang tenggeiam di dasar danau Toba pada 18 Juni 2018 .

6. Gerakan Selamatkan Indonesia (GSI) di 34 Provinsi mendesak pemerintah menetapkan status bencana Lombok sebagai bencana Nasionai.

7. Gerakan Seiamatkan Indonesia (GSI) di 34 Provinsi Mendesak Pemerintah segera menyelesaikan kasus-kasus besar yang menyangkut ekspiorasi dan eksploitasi sumber daya aiam Indonesia yang sudah di rampok oleh pihak asing dalam kasus Newmont, Freeport dan Biok Rokan.

8. Gerakan Seiamatkan Indonesia (GSI) di 34 Provinsi mendesak pemerintah untuk memulangkan semua Tenaga Kerja Asing (TKA) iiegai dan Unskiii yang ada di tanah air agar Iapangan kerja kembaii ke tenaga kerja Iokal.

9. Gerakan Seiamatkan Indonesia (GSI) di 34 Provinsi siap memenangkan pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno menjadi Presiden dan Wakil Presiden periode 2019~2024.( Budi)